Sabtu, 13 Desember 2014

all about karangan



Kali ini saya diberikan tugas untuk membahas mengenai karangan dan penulisan ilmiah, karena sebentar lagi saya akan menghadapi PI di semester berikutnya jadi saya cukup antusias untuk mengerjakan tugas saya yang satu ini.
Baiklah, saya akan mulai ke pembahasannya, saya akan mulai dari definisi karangan. Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
·         Macam- Macam Karangan
Narasi         
Bentuk karangan yang menceritakan kejadian berdasarkan urutan waktu (kronologis). Karangan narasi biasanya disertai oleh kisah, kehadiran tokoh, dan terdapat deskripsi, baik latar, tokoh, maupun alur. Contoh : novel, cerpen, kisah perjalanan, dsb. Ciri cirinya adalah :
1.      Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
2.      Dirangkai dalam urutan waktu.
Berusaha menjawab pertanyaan "apa yang terjadi?"
3.      Ada konfiks. Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut: 
4.      Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis. 
5.      Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya. 
6.      Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik. 
7.      Memiliki nilai estetika. 
8.      Menekankan susunan secara kronologis.
9.      Langkah-langkah menulis karangan narasi 
10.  Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan 
11.  Tetapkan sasaran pembaca 
12.  Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur 
13.  Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita 
14.  Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita 
15.  Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandangan 
16.  mengerti aturan tanda bacanya dalam kalimat tersebut
Argumentasi
Bentuk karangan yang mengemukakan ide atau gagasan dengan bukti, sumber, atau fakta.  Ciri-cirinya adalah :
1.      Terdapat pendahuluan, bertujuan untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen yang akan disampaikan, atau menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi dikemukakan.
2.      Terdapat tubuh argumen , bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan dalam paragraf argumentasi sehingga kesimpulan yang akan dicapai juga benar. Kebenaran yang disampaikan dalam tubuh argument harus dianalisis, disusun, dan dikemukakan dengan mengadakan observasi, eksperimen, penyusun fakta, dan jalan pikiran yang logis.
3.      Terdapat kesimpulan atau ringkasan, bertujuan untuk membuktikan kepada pembaca bahwa kebenaran yang ingin disampaikan melalui proses penalaran memang dapat diterima sebagai sesuatu yang logis. 

Eksposisi     
Bentuk karangan yang memaparkan ide atau gagasan dengan penjelasan detail, entah itu keadaan, proses, atau masalah sejelas- jelasnya.  Ciri-cirinya adalah  penulisannya singkat, akurat, dan padat.
Deskripsi  
Bentuk karangan yang menggambarkan atau melukiskan suatu keadaan, suasana, peristiwa, perilaku seseorang, tempat, atau benda.  Ciri-cirinya adalah :
1.      Menggambarkan atau melukiskan sesuatu. 
2.      Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera. 
3.      Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri. 
4.      Menjelaskan ciri-ciri objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara terperinci.
Persuasi 
Bentuk karangan yang bersifat mempengaruhi pembaca dengan ajakan atau bujukan. Biasanya, karangan ini disajikan secara menarik dan ringkas. Ciri-cirinya adalah :
1.      Persuasi bertolak dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah
2.      Harus menimbulkan kepercayaan pembacanya
3.      Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau kesesuaian melalui  kepecayaan antara penulis   dan pembaca.
4.      persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya sesuai.
5.      persuasi memerlukan data dan fakta

Perbedaan Karangan Ilmiah dan Non Ilmiah





Aspek
ILMIAH
NON ILMIAH
           1. Jenis/bentuk
Buku, makalah, kertas kerja, proposal, laporan penelitian, artikel dll.
Surat dinas, karya sastra dll
2. Metodologi
Harus memenuhi kaidah / norma ilmiah
Mengabaikan kaidah ilmiah
3. Penggunaan
    Bahasa
Formal / baku atau semi formal
Tidak formal, santai
4. Cara
    penguraian
Sistematis dan berurutan
Tidak harus berurutan
5. Fungsi
Alat berargumentasi, sarana menyampaikan saran / rekomendasi
Alat pengungkapan perasaan, alat koordinasi
6. Penggunaan
    sumber
Harus ada
Tidak harus ada



  Kriteria Metode Ilmiah
1.       Berdasarkan fakta
Hal-hal yang didapatkan dari penelitian seperti berbagai keterangan, penjelasan, atau uraian untuk digunakan dalam analisanya harus berdasarkan fakta, bukan dari khayalan, perkiraan, legenda, atau kegiatan sejenisnya.
2.       Bebas dari prasangka
Menggunakan prasangka dan pertimbangan berdasarkan subjektif tidak termasuk dalam metode ilmiah, oleh karena itu dalam penelitian ilmiah harus bersifat bebas dari kedua hal tersebut serta menggunakan alasan dan bukti yang lengkap dan menggunakan pembuktian yang objektif.
3.       Menggunakan prinsip analisa
Prinsip analisa digunakan untuk memberikan arti terhadap fenomena yang kompleks. Tidak hanya itu semua masalah harus dicari penyebab dan pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis.
4.       Menggunakan hipotesa
Hipotesa digunakan untuk menjadi pedoman penelitian dan sekaligus pedoman pemecahan suatu masalah. Selain itu hipotesa digunakan untuk membantu dalam menentukan data yang harus dikumpulkan sehingga hanya informasi yang relevan dengan tujuan penelitian saja yang harus dikumpulkan.
5.       Menggunakan ukuran objektif
Penggunaan ukuran yang objektif harus ada dalam sebuah penelitian atau analisa. Karena dalam penelitian tidak benarkan dengan menggunakan metode perkiraan, atau dengan perasaan.
6.       Menggunakan teknik kuantifikasi
Ukuran-ukuran yang dapat diperlakukan dengan teknik kuantifikasi antara lain adalah ton, mm per detik, ohm, kilogram dan sebagainya. Kuantifikasi yang paling mudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking, dan rating.
Sikap Ilmiah dan Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah
10 Sikap Ilmiah yang saya ketahaui antara lain :
  1. Sikap Objektifitas
  2. Sikap Kritis
  3. Sikap Selalu Ingin tahu
  4. Sikap Menghargai Karya Orang Lain
  5. Sikap Tekun
  6. Sikap Terbuka
  7. Sikap Kesederhanaan
  8. Sikap Skeptis
  9. Sikap Disiplin
  10. Sikap Bertanggung Jawab
 Langkah-langkah penulisan ilmiah adalah sebagai berikut :
1.      Melakukan obervasi dan menetapkan masalah dan tujuan
2.      Menyusun hipotesis
3.      Menyusun rancangan penelitian
4.      Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan
5.      Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data
6.      Menganalisis dan menginterpretasikan data
7.      Merumuskan kesimpulan
8.      Melaporkan hasil penelitian



SUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Karangan
http://www.peribahasaindonesia.com/jenis-dan-macam-bentuk-karangan/
http://dibalikkataterselipcerita.blogspot.com/2013/02/narasi-deskripsi-eksposisi-argumentasi.html
http://cici-tulisanku.blogspot.com/2012/10/ciri-ciri-karangan-persuasi.html
http://u13aps.blogspot.com/2012/04/perbedaan-karya-ilmiah-dan-non-karya.html
http://idtesis.com/kriteria-metode-ilmiah/
http://www.mjumani.net/2013/05/contoh-sikap-dan-metode-ilmiah.html
http://www.anneahira.com/langkah-langkah-penulisan-karya-ilmiah.htm 
 




Senin, 03 November 2014

Silogsme, generalisasi dan paragraf analogi

Sehubungan dengan mata kuliah Bahasa Indonesia 2, kali ini saya akan berbagi ilmu mengenai silogisme, generalisasi, dan paragraf analogi.
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif atau jenis penalaran deduksi secara tidak langsung. Maksudnya adalah setiap penyimpulan tidak langsung, yang dari dua proposisi (premis-premis) disimpulkan suatu proposisi baru (kesimpulan). Premi yang pertama disebut premis umum (premis mayor) dan premis yang kedua disebut premis khusus (premis minor). Kesimpulan itu berhubungan erat sekali dengan premis-premis yang ada. Jika premis-premisnya benar maka kesimpulannya juga benar.Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Di dalamnya terdapat 3 jenis silogisme diantaranya :
1. Silogisme kategoris
Silogisme kategoris adalah silogisme yang terdiri dari tiga proposisi (premis) kategoris. Contoh silogisme kategoris:
  • Semua manusia adalah makhluk berakal budi (premis mayor)
  • Alisa adalah manusia (premis minor)
  • Jadi, Alisa adalah makhluk berakal budi (kesimpulan)
2. Silogisme hipotesis
Silogisme hipotesis adalah silogisme yang premis mayornya berupa keputusan hipotesis dan premis minornya merupakan pernyataan kategoris. Contoh silogisme hipotesis:
  • Jika hari ini tidak hujan, saya akan ke rumah nenek (premis mayor)
  • Hari ini tidak hujan (premis minor)
  • Maka, saya akan kerumah nenek (kesimpulan)
3. Silogisme alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang premis mayornya premis alternatif, premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya, dan kesimpulannya menolak alternatif yang lain. Contoh silogisme alternatif:
  • Bani berada di Indonesia atau Malaysia (premis mayor)
  • Bani berada di Indonesia(premis minor)
  • Jadi, Bani tidak berada di Malaysia (kesimpulan)
Selanjutnya Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum. contohnya :
*Bintang anak EB11, dan ia adalah mahasiswa yang pintar
*Reno anak EB11, dan ia adalah mahasiswa yang pintar
Generalisasi : Semua anak EB11 adalah mahasiswa yang pintar
Pernyataan "Semua anak EB11 adalah mahasiswa yang pintar" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
contoh kesalahannya : *Dani anak EB11, tetapi ia adalah mahasiswa yang malas

Setelah membahas generalisasi, selanjutnya beranjak ke paragraf analogi
Analogi adalah Penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan. berikut Contoh Paragraf Analogi :
Hidup manusia ibarat roda yang terus berputar. Kadang ada di atas dan kadang beradadi bawah. Saat mereka berada di atas mereka bisa mendapatkan apapun yang merekainginkan, tapi sebaliknya ketika mereka berada di bawah sulit sekali untuk meraihkeinginan yang mereka dambakan. Ada kalanya bagi mereka yang sedang berada diatas janganlah bersikap sombong dan ingatlah bahwa kesuksesab tersebut hanya bersifat sementara. Dan bagi mereka yang berada di bawah, janganlah berputus asa.Karena masih banyak cara untuk mendapatkan kesuksesan tersebut yaitu dengan berusaha dan berdoa.

sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme
http://www.pengertianahli.com/2014/07/pengertian-silogisme-contoh-silogisme.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Generalisasi
http://makalahpendidikan.blogdetik.com/contoh-paragraf-analogi/

Selasa, 07 Oktober 2014

Penalaran, Evidensi dan Cara Menguji Data, Fakta dan Menilai autoritas

Penalaran 

Penalaran itu sendiri artinya proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.
Ada 2 jenis metode penalaran yaitu induktif dan deduktif.
Penalaran Induktif  penalaran dimulai dari fakta-fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan umum. Sedangkan penalaran deduktif penalaran dimulai dari prinsip umum untuk mendapatkan konklusi yang lebih khusus.

§  Proposisi
Proposisi adalah kalimat yang berisi pernyataan tentang hubungan fakta-fakta. Dapat bernilai benar (B) atau salah (S).

§  Inferensi
Inferensi adalah pendapat atau kesimpulan yang merupakan hasil penilaian, pertimbangan, dan keyakinan seseorang tentang fakta

§  Implikasi
Implikasi adalah ucapan atau pernyataan tentang fakta, tanpa mempertimbangkan pendapat-pendapat tentang fakta tersebut


EVIDENSI

Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris. Akan tetapi pengertian evidensi ini sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun petunjuk kepadanya tidak dapat dihindarkan. Dalam wujudnya paling rendah , evidensi berbentuk data & informasi (keterangan yang diperoleh dari sumber tertentu).  
   Akan tetapi pengertian evidensi ini sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun petunjuk kepadanya tidak dapat dihindarkan. Kita mungkin mengartikannya sebagai “cara bagaimana kenyataan hadir” atau perwujudan dari ada bagi akal”. Misal Mr.A mengatakan “Dengan pasti ada 301.614 ikan di bengawan solo”, apa komentar kita ? Tentu saja kita tidak hanya mengangguk dan mengatakan “fakta yang menarik”. Kita akan mengernyitkan dahi terhadap keberanian orang itu untuk berkata demikian. Tentu saja reaksi kita tidak dapat dilukiskan sebagai “kepastian”, Tentu saja kemungkinan untuk benar tidak dapat di kesampingkan, bahwa dugaan ngawur atau ngasal telah menyatakan jumlah yang persis. Tetapi tidak terlalu sulit bagi kita untuk menangguhkan persetujuan kita mengapa ? Karena evidensi memadai untuk menjamin persetujuan jelaslah tidak ada. Kenyataannya tidak ada dalam persetujuan terhadap pernyataan tersebut. Sebaliknya, kalau seorang mengatakan mengenai ruang di mana saya duduk, “Ada tiga jendela di dalam ruang ini,” persetujuan atau ketidak setujuan saya segera jelas. Dalam hal ini evidensi yang menjamin persetujuan saya dengan mudah didapatkan. Dalam wujud yang paling rendah, evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang di maksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang di peroleh dari suatu sumber tertentu.
Cara menguji data, fakta dan menilai otoritas
  • Cara menguji data
    Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
    1. Observasi
    2. Kesaksian
    3. Autoritas.

  • Cara menguji fakta
    Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
    1. Konsistensi
    2. Koherensi.
  • Cara menguji autoritas 
    Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
    1. Tidak mengandung prasangka
    2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
    3. Kemashuran dan prestise
    4. Koherensi dengan kemajuan.


    sumber : 
    http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
    http://books.google.co.id/books?id=krw0HDEejFMC&pg=PA40&lpg=PA40&dq=pengertian+penalaran+proposisi+inferensi+dan+implikasi&source=bl&ots=lwr_gUz1nG&sig=4NenZjdPKqGU88cpJi6j6xwkd58&hl=id&sa=X&ei=gN8zVI_YDoqxuASWqILACA&redir_esc=y#v=onepage&q=pengertian%20penalaran%20proposisi%20inferensi%20dan%20implikasi&f=false
    http://dc153.4shared.com/img/MoPCz4Re/preview.html
    http://tellmethestory.blog.com/archives/39/

Selasa, 17 Juni 2014

Merek Kolektif

Kali ini saya akan membahas tentang merek kolektif. Sebelum membahas lebih dalam mengenai merek kolektif, kita harus tahu terlebih dahulu apa itu merek kolektif. Menurut penelusuran saya merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang dengan diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya.
  • Fungsi Merek
  1. Tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa  orang secara bersama-sama atau  badan hukum dengan produksi orang lain atau badan hukum lainnya;
  2. Sebagian alat promosi, sehingga mempromosikan hasil produksinya cukup dengan  menyebut mereknya;
  3. Sebagai jaminan atas mutu barangnya;
  4. Menunjukkan asal barang/jasa dihasilkan.
contoh dari merek dagang : Aqua, Samsung, Nokia, dll contoh dari merek jasa      : KFC, Mc Donalds, Hotel Aston, dll

Undang-Undang tentang merek yaitu terdapat di dalam UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001, dan pembahasan tentang merek kolektif terdapat di BAB VI sebagai berikut ini
BAB VI
MEREK KOLEKTIF

Pasal 50



(1) Permohonan pendaftaran Merek Dagang atau Merek Jasa sebagai Merek Kolektif hanya dapat diterima apabila dalam Permohonan dengan jelas dinyatakan bahwa Merek tersebut akan digunakan sebagai Merek Kolektif.

(2) Selain penegasan mengenai penggunaan Merek Kolektif sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Permohonan tersebut wajib disertai salinan ketentuan penggunaan Merek tersebut sebagai Merek Kolektif, yang ditandatangani oleh semua pemilik Merek yang bersangkutan.

(3) Ketentuan penggunaan Merek Kolektif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit memuat :



  1. sifat, ciri umum, atau mutu barang atau jasa yang akan diproduksi dan diperdagangkan;
  2. pengaturan bagi pemilik Merek Kolektif untuk melakukan pengawasan yang efektif atas penggunaan Merek tersebut; dan
  3. sanksi atas pelanggaran peraturan penggunaan Merek Kolektif.



(4) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dicatat dalam Daftar Umum Merek dan diumumkan dalam Berita Resmi Merek.

Pasal 51



Terhadap permohonan pendaftaran Merek Kolektif dilakukan pemeriksaan kelengkapan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, dan Pasal 50.

Pasal 52


Pemeriksaan substantif terhadap Permohonan Merek Kolektif dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 18, Pasal 19, dan Pasal 20.

Pasal 53




(1) Perubahan ketentuan penggunaan Merek Kolektif wajib dimohonkan pencatatannya kepada Direktorat Jenderal dengan disertai salinan yang sah mengenai bukti perubahan tersebut.

(2) Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dicatat dalam Daftar Umum Merek dan diumumkan dalam Berita Resmi Merek.

(3) Perubahan ketentuan penggunaan Merek Kolektif berlaku bagi pihak ketiga setelah dicatat dalam Daftar Umum Merek.

Pasal 54




(1) Hak atas Merek Kolektif terdaftar hanya dapat dialihkan kepada pihak penerima yang dapat melakukan pengawasan efektif sesuai dengan ketentuan penggunaan Merek Kolektif tersebut.

(2) Pengalihan hak atas Merek Kolektif terdaftar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dimohonkan pencatatannya kepada Direktorat Jenderal dengan dikenai biaya.

(3) Pencatatan pengalihan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dicatat dalam Daftar Umum Merek dan diumumkan dalam Berita Resmi Merek.

Pasal 55




Merek Kolektif terdaftar tidak dapat dilisensikan kepada pihak lain.

Sumber : 119.252.161.174/merek-kolektif/
                http://www.pu.go.id/satminkal/itjen/lama/hukum/uu15-01.htm

Kamis, 01 Mei 2014

haki tempe yang jelas asli Indonesia yang dipatenkann negara lain

Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam, mulai dari bahasa, pakaian, tarian, hingga pangan. Itulah salah satu kelebihan daribangsa Indonesia. Maka dari itu, sudah keharusan bagi kita bangsa Indonesia untuk menjaganya dengan baik. Jangan sampai apa yang telah diwariskan sejak dulu dicuri oleh bangsa lain.
Seperti yang kita tahu, tempe adalah ciri khas Indonesia. Tempe biasa menjadi lauk pauk orang Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, kita bisa jumpai itu di rumah-rumah, di warung-warung atau rumah makan bahkan di pinggir jalan banyak sekali orang yang menjual tempe goreng untuk sekedar cemilan.
Tapi, tahukan kalian bahwa berita yang beredar, tempe sudah menjadi hak paten bagi negara lain. lalu bagaimana perasaan kita? apa yang bisa kita lakukan? apa kebijakan dari pemerintah kita? dan mengapa ini semua bisa terjadi? tentunya kita sebagai bangsa Indonesia sangat sedih mendengar ini semua.
Begitu pentingnya penegakkan Haki, tapi mengapa pemerintah terkesan lamban dalam hal ini? seharusnya pemerintah jangan bersikap terlalu manis terhadap negara lain. memang negara kita ini yang kita ketahui telah menumpukkan hutang, tapi bukan berarti kita nurut saja dengan apa yang telah dilakukan negara lain tersebut. setujukah, semua ini terjadi dikarenakan sistem hukum di negara kita tidak begitu kuat? saya hanya berharap pemerintah dapat fokus dalam masalah pelindungan Haki ini. Agar seluruh kebudayaan Indonesia mendapatkan perlindungan dan tidak dicuri oleh negara lain. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki perdagangan bebas. Pemerintah harus lebih gesit mempatenkan produk- produk dalam negeri kita dalam waktu yang singkat. Dan kita sebagai warga negara Indonesia harus tetap melestarikannya, jangan sampai punah dan jangan terpengaruh oleh budaya lain

Kamis, 24 April 2014

memutuskan sebuah pilihan



Pernahkah kamu berada di dalam sebuah kegalauan dalam memutuskan pilihan? Memang memutuskan sebuah pilihan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Rasanya mudah tapi ketika kita berada dalam posisi tersebut kita merasa kesulitan. Semua itu karena banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus kita analisis agar saat kita memutuskan sebuah pilihan yang kita pilih kelak tidak akan menyesalinya. Kita harus memutuskan pilihan kita terhadap sesuatu yang paling baik diantara yang lainnya.
By the way, bicara tentang memutuskan sebuah pilihan saya pernah berada dalam kondisi tersebut. Dimana saya harus memutuskan pilihan tentang jurusan apa yang harus saya pilih ketika saya kuliah. Ada beberapa pilihan waktu itu, diantaranya manajemen, dan akuntansi. Pada saat itu saya merasa sangat bingung, karena saya tidak ingin apa yang saya pilih nanti tidak menjadi seperti yang saya harapkan dan bisa saya jalani dan akhirnya saya menyesal.
Lalu, pertama yang saya lakukan adalah bertanya pada diri sendiri apa yang saya lebih suka dari keduanya. Kemudian saya melihat kemampuan saya dan meyakinkan diri sendiri bahwa yang saya pilih sudahlah sangat baik dari yang lainnya, Yang kedua, lalu saya bertanya kepada keluarga dan orang-orang terdekat saya terutama kepada orang tua saya, karena orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak mereka. Selanjutnya saya berdoa agar saya diberikan petunjuk untuk memutuskan pilihan saya mana yang terbaik. Dan setelah saya memutuskan pilihan saya tersebut, saya meyakinkan dengan sepenuh hati bahwa itu adalah pilihan yang terbaik untuk saya dan saya tidak ragu. Karena ketika memutuskan pilihan dengan ragu-ragu semuanya bisa berakibat penyeselan dan tidak baik. Dan yang terakhir adalah saya akan fokus, bersungguh-sungguh, dan melakukan yang terbaik terhadap pilihan saya. Itulah pengalaman saya ketika berada dalam suatu kondisi untuk memutuskan sebuah pilihan.