Senin, 30 November 2015

chapter 2



Tiba juga hari yang di tunggu-tunggu oleh para pencari nafkah. Ya, benar itu adalah weekend. Hari itu aku habiskan didalam rumah untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Kebetulan semenjak aku bekerja di Jakarta keluargaku pun ikut pindah ke Jakarta. Kami membeli rumah yang cukup nyaman untuk kami tinggal. Di pagi hari yang cerah itu aku duduk santai dengan ayahku di depan teras sambil minum teh. Ku baca koran yang baru saja aku beli dari seorang penjual koran. Saat ku mulai membaca pada lembar ketiga, aku tercengang kaget, disana tertulis bahwa perusahaan  PT. MAJU SEJAHTERA sedang diusut oleh polisi diduga karena seorang auditornya telah menerima suap dari petinggi di suatu daerah. Aku khawatir jika temanku Adelia terlibat dalam masalah itu.
Saat itu aku langsung bercerita kepada ayahku.
“ayah…. Aku khawatir kalau adelia terlibat dalam masalah ini”
“coba kamu hubungi dia dulu, tanyakan apa yang terjadi” jawab ayahku
“tapi yah, aku tidak berani..”
“katanya kamu khawatir?yasudah hubungi dia dulu” jawab tegas ayahku
“baiklah yah, semoga saja tidak ada apa-apa ya….”
“iya… aminn”
    Lalu akupun masuk kedalam dan segera mengambil ponselku. Tanpa pikir panjang, aku langsung menelepon Adelia. Namun, saat aku mencoba menghubunginya, taka da jawaban sama sekali. Akupun makin khawatir.
Aku terus memikirkan sahabatku itu, tidak mungkin kalau dia melakukan sesuatu yang tidak baik. Selama aku mengenalnya dia tidak pernah berbuat yang macam-macam. Karena tidak ada yang bisa aku hubungi, akhirnya aku hanya bisa memantau lewat berita. Seharian aku menunggu berita tentang masalah itu. Namun, belum ada berita mnegnai kantor temanku itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar